Negeri Ku
Negeri ku
Sebuah kisah tentang negeri ku yang mana disini tidak seindah dulu dimana alam tidak bersama manusia lagi hilang musnah karena keserakahan manusia yang lebih mementingkan kekuasaan dan harta.
Negeri ku ini negeri indah dimana banyak pulau dan laut yang biru keindahan alam nya bagaikan surga yang sedang turun ke bumi ini. semua tumbuhan bisa hidup disini betapa indah nya negriku tapi sayang seindah apapun negri kalo sudah dihuni oleh manusia maka akan menjadi hancur bagaikan tumpukan kotoran negri ini indah tapi sayang pemilik negri ini tidak pernah ingin menjaganya.
Burung yang dulu berkicau dipagi hari serta ayam yang sedang bernyanyi menyambut pagi sekarang sudah hilang sirna digantikan dengan nada dering telepon genggam yang biasa di gunakan manusia entah kemana burung yang dulu sering berkicau di pagi hari membawa lagu yang indah hilang sirna entah apa yang terjadi dengan alam ini diriku tidak paham apakah alam sudah mulai tidak ingin bersama kita ataukah manusia yang mengusir alam sehingga mereka pergi dan tidak tahu apakah akan kembali atau hilang sirna.
Diriku merindukan dimana air bersih mengalir dari sungai dan ikan-ikan yang bermain di sungai dengan riang dan gembira semua hilang musnah tanpa ada jejak bagaikan di terjang ombak yang besar menhempaskan segalanya tidak tahu harus ku apakan negeri ku ini bagaimana menyadarkan para penguasa agar tidak terus membuat pabrik dan limbah yang menghanguskan segalanya.
Aku berpikir seandainya di dunia ini tidak ada yang namanya uang dan kekuasaan maka dunia yang dulu indah dan negeriku yang indah pasti masih sama bintang bintang di langit yang dulu terlihat banyak nya kini hilang hening bagaikan langit meninggalkan manusia karena keserakahan manusia tersebut dunia negeriku tidak sama seperti dulu lagi ingin kumerasakan udara yang segar tanpa harus menggunakan tabung oksigen untuk merasakan udara yang segar dan bersih yang bisa menjernihkan pikiranku.
Mengeluh hanyalah mengeluh tidak akan membuat apapun berubah semua yang sudah hilang tidak akan pernah kembali lagi itulah kenyataan dari dunia ini waktu tidak dapat diputar kembali.
Kulihat di pagi hari ada sebuah asap tebal yang kulihat di halaman rumah ku asap yang selalu menemani pagi asap yang hitam bagaikan menandakan akhirnya dunia ini ingin kumenghentikan asap tersebut ingin ku hapus seluruh penguasa di bumi ini di negeri ku ini agar alam kembali ke sisi manusia diriku yang termenung meratapi diri yang ingin merasakan rasa seperti dulu yang ingin merasakan dunia ini indah dan bercahaya tidak gelap bagaikan akhir dunia yang diselimuti asap kegelapan yang di akibatkan iblis penghancur negeriku.
Pada saat diriku pergi dari rumahku melihat sampah-sampah penghancur bumi dan negeriku dimana sampah tersebut dapat meracuni negeriku tercinta ingin ku ubah semua kehancuran inih tapi terkadang diriku berpikir bagaimana cara menghilangkan seluruh racun negeri racun bumi inih yaitu hanya dengan satu hal memusnahkan seluruh manusia di dunia ini manusia hanya parasite yang menempel di dunia ini yang menggrogoti dan menghancurkan keindahan negeri dan bumi ini.
Tapi semua pemikiran tersebut tidak berguna dan tidak berarti karena diriku juga seorang manusia yang sama-sama tidak jauh berbeda dengan manusia lain diriku hanya manusia yang menginginkan ke indahan seperti dulu keindahan bumi dan negeriku ini terkadang ku berdoa kepada tuhan meminta agar negeriku ini kembali seperti dahulu kala tanpa kerusakan tanpa kehancuran.
Kulihat banyak manusia menderita akan ulah nya sendiri pepohonan di bakar oleh dirinya sendiri demi sekertas selembar uang yang menurutnya akan membahagiakan dirinya hewan pepohonan tertimpa ke sengsaraan yang di akibatkan oleh ulah manusia itu sendiri betapa buruknya manusia betapa hancurnya negeriku ini ingin ku ubah semua tatanan negri ini dunia ini agar tidak terpaku akan kekuasaan dan kekayaan semata yang menyenangkan tetapi tidak pernah membahagiakan dirinya.
Ingin ku teriak dan menjelaskan kepada oranglain kepada seluruh manusia agar diriku bisa memberitahu bahwa kebahagian tidak selamanya hanya uang uang dan uang mereka berani mengorbankan segalanya hanya demi uang manusia rela mengorbankan anak nya alam semuanya hanya untuk mendapatkan uang yang hanya kertas dan tinta semata cobalah sadar wahai manusia.
Lihatlah negeri inih lihat lah dia sedang menderita akan ulah kalian sendiri engkau menderita negri ini menderita bumi menderita tolong lah sadar dan perhatikan alam sekitar yang dulu hijau menjadi coklat dengan kegersangan dan kehancuran yang dulunya jernih menjadi hitam degan kekosongan yang melekat cobalah kalian pahami negri kalian sendiri cobalah kalian sayangi bumi kalian sendiri dimana sebagai tempat tinggal kalian.
Aku terus bergumam tiada kata yang tanpa menyalahkan manusia seakan akan menyalahkan diriku ini yang memang tidak jauh berbeda dengan manusia perusak
lain nya mengapa diriku terus bergumam dan bergumam dengan tiada artinya aku pergi dan melangkah pulang dan baru diriku sadari bahwa negeriku ini sedang di landa kekeringan dengan hujan yang tak kunjung turun berbulan bulan seolah olah alam marah bumi marah kepada kita kepada manusia yang terus menyakitinya.
lain nya mengapa diriku terus bergumam dan bergumam dengan tiada artinya aku pergi dan melangkah pulang dan baru diriku sadari bahwa negeriku ini sedang di landa kekeringan dengan hujan yang tak kunjung turun berbulan bulan seolah olah alam marah bumi marah kepada kita kepada manusia yang terus menyakitinya.
Diriku hanya seorang pemikir yang selalu memikirkan sesuatu yang tidak pernah kulakukan diriku hanya seorang manusia bodoh yang lupa akan jati diriku sendiri menghina manusia tanpa melihat diri sendiri menyalahkan penguasa tanpa melihat diri sendiri tapi apalagi yang harus kulakukan ini yang kurasakan terhadap negeri ini yang kurasakan terhadap bumi ini.
Setelah diriku menyalahkan diriku sendiri aku terdiam sambil merasakan hembusan angin di sore hari dengan segelas teh hangat yang manis dan menenangkan jiwaku merasakan bahwa ternyata masih ada kenyamanan di negeri inih kehangatan di bumi ini sedangkan manusia terus merusak nya terus menyakitinya betapah baiknya betapa sayang nya engkau terhadap manusia wahai negeri ku wahai bumi ku setelah apa yang manusia lakukan terhadap mu engkau masih memberikan kenyamanan dan kehangatan dan ke segaran terhadap jiwa inih.
Sore pun berubah menjadi malam dimana ketenengan berubah menjadi keheningan dengan langit yang gelap di tutupi asap tidak terlihat lagi bintang yang indah hanya sebuah rembulan yang masih terlihat dan terang menerangi bumi inih membuat keindahan alam di langit tidak hilang sepenuhnya seolah olah bumi dan alam masih berusaha memberikan kenyamanan dan keindahan terhadap manusia apa yang kurang wahai manusia apa yang kurang terhadapku kepadamu seolah olah bumi dan alam sekitar berbicara kepada kita. mengeluh tapi tetap berusaha untuk membahagiakan manusia diriku merasa bahwa alam dan bumi seperti ibu yang sangat menyayangi
anaknya.
anaknya.
Malam berlarut mata mulai tidak mampu untuk menopang kelopak mata yang ingin terpejam menutupi bolamata ku pejamkan mataku pikiran ku agar beristirahat dan tenang setelah ku tertidur pulas pagi hari mulai muncul mentari mulai menunjukan dirinya memberi kehangatan yang menghangatkan tubuh dan jiwa inih aku memperhatikan sekitar lewat jendela rumahku dan melihat begitu masih indah nya negriku inih bumi ku inih walaupun tidak terdengar lagi suara sura burung bernyanyi seperti dulu tapi masih nyaman dan hangat seperti keindahan dulu kenyamanan seperti dulu masih belum menghilang dari negri inih dari bumi inih.
Ternyata diriku yang terlalu menyalahkan diri sendiri dan manusia sampai lupa tentang arti mensyukuri apa yang sudah terjadi sehingga diriku di butakan oleh kebencian yang tiada tara diriku berpikir bahwa hidup yang damai adalah hidup dengan mensyukuri yang sudah terjadi apapun ituh dan berusaha memembenarkan bila terjadi kesalahan bukan menyalahkan dan menyalahkan diri sendiri maupun orang lain tapi diriku masih berdoa agar suatu saat manusia dapat menjaga negri inih dan bumi inih seperti anak yang menjaga ibunya dengan kasih sayang.

ampun bang jagoooo
BalasHapus